Berlangganan untuk Update Gratis!

Nantikan Update terbaru dari Cmus Palu :)

Thursday, 12 December 2013

Sejarah pergantian Lambang Pancasila,Lambang Negara Indonesia

Catatan Muflih untuk Semua~Good evening everybody! ,duh senengnya saya kembali ngepost artikel bertemakan sejarah gini ditemani hujan yang cukup lebat di daerah Palu dan sekitarnya.Ok,well,kembali ke topik semula mengenai Pergantian Lambang Pancasila sebagai Lambang Negara Indonesia.Hmm,teman-teman mesti tahu info yang satu ini mengenai pergantian Lambang Pancasila Negara Indonesia,berikut ulasannya! (jangan terlalu serius bacanya)

Pergantian Lambang Pancasila sebagai Lambang Negara Indonesia
Semuanya bermula pada saat Republi Indonesia Serikat (RIS) baru saja terbentuk,saat itu Soekarno menunjuk Sultan Hamid II sebaga Menteri Negara Zonder Porto Folio.Yang dimana ia ditugaskan untuk merancang,merencanakan,dan merumuskan lambang negara.

Demi diwujudkannya hal ini,maka dibentuklah Panitia Lencana Negara pada tanggal 10 Januari 1950 yang dikoordinasi langsung oleh Sultan Hamid II sebagai Menteri Zonder Porto Folio.Berikut susunan Panitia Teknis Lencana Negara:
  • Koordinator : Sultan Hamid II (Menteri Zonder Porto Folio)
  • Ketua: Moh.Yamin
  • Anggota: Ki Hajar Dewantoro
  •                M.A.Pellaupessy
                   Muhammad.Natsir
                   RM Ngabehi Purbatjaraka.
Tugas dari Panitia ini adalah menyeleksi usulan rancangan gambar lambang negara lalu kemudian dipilih dan diajukan kepada Pemerintah Pusat.

Merujuk pada buku 'Bung Hatta Menjawab" yang merupakan karya Bung Hatta langsung,menerangkan bahwa untuk melaksanakan ketentuan sidang kabinet tersebut Menteri Priyono menyelenggarakan sayembara dan akhirnya terpilihlah 2 rancangan terbaik.Rancangan lambang negara pertama merupakan karya Sultan Hamid II dan yang kedua adalah karya M.Yamin.
Sejarah pergantian Lambang Pancasila,Lambang Negara Indonesia

Akhirnya setelah dilakukan proses lanjutan,maka lambang negara yang dipilih adalah lambang negara dari Sultan Hamid II.Sedangkan usulan rancangan negara dari M.Yamin ditolak karena dianggap bermuatan Jepang.

   Kemudian,dialog intensif terjadi antara Presiden RIS (Soekarno),si perancang (Sultan Hamid II),dan Perdana Menteri kala itu,Mohammad.Hatta untuk keperluan penyempurnaan rancangan itu.Dan terjadi kesepakatan antara mereka bertiga untuk mengganti warna pita yang dicengkeram oleh garuda yang tadinya berwarna merah putih kemudian berubah menjadi putih dengan tulisan "Bhinneka Tunggal Ika" atau "Berbeda-beda,tetapi tetap satu jua".
                                                      
                                Lambang kedua

Sejarah pergantian Lambang Pancasila,Lambang Negara Indonesia
  Pada tanggal 8 februari 1950, rancangan final lambang negara yang dibuat oleh menteri negara RIS, Sultan Hamid II diajukan pada presiden soekarno. Rancangan final lambang negara tersebut memperoleh masukan-masukan aspirasi dari partai masyumi untuk dipertimbangkan, dimana adanya keberatan dari partai tersebut terhadap gambar burung garuda dengan tangan dan bahu manusia yang memegang perisai karena dikhawatirkan dapat menimbulkan mispersepsi dan dapat dikira sebagai bentuk mitologis.
  Sultan hamid II kemudian kembali mengajukan rancangan gambar lambang negara yang sudah disempurnakan menurut dan mengadopsi aspirasi yang berkembang, hingga tercipta bentuk rajawali – garuda pancasila dan disingkat garuda pancasila.Mohammad.Hatta sebagai perdana menteri RIS lalu menyerahkan rancangan itu kepadaKabinet RIS atas perintah Soekarno.
     AG Pringgodigdo didalam buku karyanya “sekitar pancasila” terbitan departemen hankam ( Dephankam ) , pusat sejarah ABRI mengatakan, rancangan lambang negara karya Sultan Hamid II selanjutnya akan diresmikan pemakaiannya didalam sidang kabinet RIS. Saat itu gambar bentuk kepala rajawali garuda pancasila masih “gundul” dan “’tidak berjambul”’ layaknya bentuk yang ada saat ini. 
   Presiden Soekarno untuk pertama kalinya memperkenalkan lambang negara tersebut pada tanggal 15 Februari 1950 di Hotel Des Indes,Jakarta.

                                                     Lambang Ketiga
Sejarah pergantian Lambang Pancasila,Lambang Negara Indonesia
  Terjadi penyempurnaan kembali lambang negara dimana kepala burung rajawali garuda pancasila yang “gundul” jadi “berjambul”. Sedangkan bentuk cakar kaki yang sebelumnya mencengkram pita dan menghadap ke belakang diubah menjadi menghadap ke depan,berdasarkan atas masukan dari Presiden Soekarno.
 Tepat pada tanggal 20 maret 1950, bentuk akhir gambar lambang negara yang sudah diperbaiki memperoleh disposisi presiden soekarno, yang sesudah itu memerintahkan pelukis istana, Dullah, untuk melukis kembali rancangan tersebut cocok sebagai bentuk akhir rancangan menteri negara RIS Sultan Hamid II yang dipergunakan dengan resmi hingga saat ini.  
          
                                               
                                                  Lambang keempat 
Sejarah pergantian Lambang Pancasila,Lambang Negara Indonesia
  Untukyang terakhir kalinya,Sultan Hamid II menyelesaikan penyempurnaan bentuk final gambar lambang negara, yaitu dengan menambah skala ukuran dan tata warna gambar lambang negara dimana lukisan otentiknya diserahkan pada H.Masagung, Yayasan Idayu jakarta pada 18 juli 1974. Namun lambang negara yang ada disposisi presiden soekarno dan photo gambar lambang negara yang diserahkan ke presiden soekarno pada awal februari 1950 masih terus disimpan oleh kraton kadriyah, pontianak. 
  Berdasarkan transkrip rekaman dialog antara Sultan Hamid II dengan Masagung ( 1974 ) pada saat penyerahan berkas dokumen proses perancangan lambang negara, disebutkan “ide perisai pancasila” nampak waktu Sultan Hamid II masih merancang lambang negara.Dia teringat akan ucapan Presiden Soekarno,bahwa tentunya lambang negara mencerminkan pandangan hidup bangsa, dasar negara indonesia, dimana sila-sila dari dasar negara, yaitu pancasila divisualisasikan didalam lambang negara.  

Makna Lambang Pancasila
  • Warna merah-putih melambangkan warna bendera nasional Indonesia. Merah berarti berani dan putih berarti suci
  • Simbol-simbol di dalam perisai masing-masing melambangkan sila-sila dalam Pancasila, yaitu:
  1. Bintang melambangkan sila Ketuhanan Yang Maha Esa
  2. Rantai melambangkan sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
  3. Pohon beringin melambangkan sila Persatuan Indonesia
  4. Kepala banteng melambangkan sila Kerakyatan Yang Dipimpin Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
  5. Padi dan Kapas melambangkan sila Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
  • Garis hitam tebal yang melintang di dalam perisai melambangkan wilayah Indonesia yang dilintasi Garis Katulistiwa
  • Perisai di tengah melambangkan pertahanan bangsa Indonesia
  • Jumlah bulu melambangkan hari proklamasi kemerdekaan Indonesia (17 Agustus 1945), antara lain:
  1. Jumlah bulu pada masing-masing sayap berjumlah 17
  2. Jumlah bulu pada ekor berjumlah 8
  3. Jumlah bulu di bawah perisai/pangkal ekor berjumlah 19
  4. Jumlah bulu di leher berjumlah 45
Arti dari Bhinneka Tunggal Ika ialah "Tetap bersatu walau berbeda jua" 

Please Give Us Your 1 Minute In Sharing This Post!
SOCIALIZE IT →
FOLLOW US →
SHARE IT →
Powered By: CMuS Palu

0 komentar:

Post a Comment

Aturan saat berkomentar:
Komentar anda merupakan acuan bagi blog kami.Untuk itu mari berkomentar secara sehat dan pastikan komentar anda tak membuat orang lain terganggu.
-Admin CMuS Palu-